Notification

×

Iklan

Iklan

PAMERAN INDO LEATHER & FOOTWEAR (ILF) DAN INDO GARMENT TEXTILE (IGT) EXPO 2025

Kamis, 06 Agustus 2026 | Kamis, Agustus 06, 2026 WIB Last Updated 2026-08-06T06:38:38Z
Jakarta, neocakra.com || Krista Exhibitions Group secara resmi membuka Indo Leather & Footwear (ILF) 
Expo dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 yang memasuki penyelenggaraan 
ke-19 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran internasional ini secara resmi dibuka 
oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita.

Sebagai wujud dukungan terhadap penguatan industri manufaktur nasional. Pameran
ini menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku industri kulit, alas kaki, 
tekstil, dan garmen untuk menampilkan inovasi terkini, memperluas jejaring bisnis, 
serta memperkuat daya saing industri manufaktur Indonesia di pasar global.

Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT) diikuti 
oleh 210 peserta, termasuk 50 UMKM lokal, serta perusahaan dan pelaku industri dari 
14 negara, yaitu Indonesia, China, Italia, Uni Emirat Arab, Pakistan, Spanyol, India, 
Bangladesh, Jerman, Taiwan, Hong Kong, Vietnam, Singapura, dan Korea Selatan. 
Partisipasi internasional yang semakin luas menunjukkan besarnya kepercayaan 
dunia terhadap potensi industri manufaktur Indonesia sekaligus mempertegas posisi 
Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri kulit, alas kaki, tekstil, dan 
garmen di kawasan Asia.

Beragam inovasi ditampilkan dalam pameran ini, mulai dari produk kulit dan 
alas kaki, tekstil, garmen, bahan baku, aksesori, hingga mesin produksi, teknologi 
otomasi, dan solusi manufaktur terkini. Seluruhnya dirancang untuk mendukung 
peningkatan produktivitas, efisiensi, kualitas produk, serta penerapan praktik industri 
yang lebih berkelanjutan.
Selain menjadi etalase inovasi, Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo 
Garment & Textile (IGT) juga menghadirkan berbagai program yang memperkaya 
wawasan industri. Transformasi digital, modernisasi proses produksi, penggunaan 
material ramah lingkungan, serta strategi penguatan rantai pasok menjadi sejumlah 
isu utama yang dibahas guna mendorong terciptanya industri yang lebih adaptif, 
kompetitif, dan berorientasi pada nilai tambah.
Sebagai bagian dari rangkaian acara Seminar Nasional AGTI (Asosiasi 
Garment dan Textile Indonesia) mengangkat tema "Membangun Industri TPT yang 
Kompetitif, Berkelanjutan, dan Menjadi Pemain Utama dalam Rantai Pasok Nasional 
dan Internasional." Seminar ini mempertemukan pemerintah, akademisi, asosiasi, dan 
pelaku usaha untuk membahas penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) 
melalui inovasi, peningkatan daya saing, serta pengembangan rantai pasok yang lebih 
kuat.

Sementara itu, ILF–IGT Manufacturing Forum 2026 mengusung tema "Jaya di 
Pasar Domestik, Unggul di Pasar Global." Forum yang diselenggarakan Krista 
Exhibitions Group bersama APRISINDO ini didukung oleh Kementerian Perdagangan 
Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, serta 
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari 
revitalisasi industri padat karya, peningkatan investasi manufaktur, pemberdayaan 
UMKM dan IKM, hingga pemanfaatan peluang perdagangan melalui Indonesia–
European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) 
sebagai langkah memperluas akses pasar ekspor Indonesia.

Suasana pameran semakin semarak melalui The Fashion Show yang 
menampilkan karya dan inovasi terbaru dari industri kulit, alas kaki, tekstil, dan fesyen 
nasional, serta Networking Cocktail Dinner yang menjadi bagian dari program 
Business Matching. Kegiatan ini mempertemukan peserta pameran dengan buyer, 
investor, asosiasi, dan mitra industri guna membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Networking Cocktail Dinner menghadirkan anggota berbagai asosiasi 
terkemuka, di antaranya APRISINDO (Asosiasi Persepatuan Indonesia), APRINDO 
(Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), APPMI (Asosiasi Perancang dan Pengusaha 
Mode Indonesia), APKI (Asosiasi Pertekstilan Indonesia), dan APGAI (Asosiasi 
Pemasok Garment dan Aksesoris Indonesia), dengan dukungan penuh dari 
Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. 
Selain itu, acara ini juga menghadirkan buyer potensial dari dalam maupun luar negeri 
yang akan bertemu langsung dengan produsen lokal untuk menjajaki peluang 
kemitraan dan transaksi bisnis.
Melalui penyelenggaraan ILF Expo dan IGT Expo 2026, Krista Exhibitions 
Group berharap pameran ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan industri 
kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen Indonesia. Sinergi antara pemerintah, pelaku 
usaha, asosiasi, investor, dan mitra internasional diharapkan mampu mempercepat 
adopsi teknologi, meningkatkan investasi, memperluas pasar ekspor, serta 
memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2026 dan Indo Garment & Textile (IGT) 
Expo 2026 turut mengundang para pelaku industri, produsen, distributor, importir, 
eksportir, asosiasi, akademisi, investor, hingga profesional di sektor kulit, alas kaki, 
garmen, dan Tekstil. Pengunjung dapat melakukan registrasi secara online melalui 
https://register.kristaonline.com/visitor/indoleatherfootwear atau mendaftar langsung 
di lokasi pameran. Temukan inovasi, teknologi, dan peluang bisnis terbaru dalam 
industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen di Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan 
Indo Garment & Textile (IGT) 2026. Bersama, mari memperkuat industri manufaktur 
Indonesia menuju pasar global.
(Nina)
×
Berita Terbaru Update