Notification

×

Iklan

Iklan

Ratusan Warga Maja Bubuhi Tanda Tangan, Berharap Presiden Prabowo Tutup Galian di Curug Bitung

Minggu, 30 November 2025 | Minggu, November 30, 2025 WIB Last Updated 2025-11-29T17:16:49Z
Lebak, neocakra.com - Sepanjang jalur Maja–Koleang penuh debu tebal menempel di atap rumah, dinding, pakaian jemuran, buku anak sekolah hingga mukena dan sajadah di mushola. Saat hujan, jalan berubah menjadi lumpur licin yang menelan banyak korban, motor tergelincir dan nyawa terancam, Sabtu (29/11/2025).

Hal itu datang dari satu sumber ratusan truk tanah bertuliskan Gading, Cakra, BKPN dan lain-lain, yang setiap hari mengangkut tanah dari Curugbitung menuju arah utara untuk kebutuhan proyek besar PIK, Penderitaan ini telah berlangsung bertahun-tahun.

Para Tokoh Maja mengonfirmasi bahwa sebanyak 720 warga telah menandatangani penolakan resmi terhadap aktivitas galian tanah dan lalu lintas truk tanah, Tanda tangan ini dikumpulkan dari orang tua, pedagang kecil, guru ngaji, ibu rumah tangga hingga para kyai dan ustadz yang setiap hari menyaksikan bagaimana lingkungan mereka rusak perlahan.

Dokumen penolakan ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat bukan sekadar mengeluh mereka bersatu, menyatakan sikap, dan menuntut tindakan nyata.

Debu menutup jalan seperti kabut. Anak-anak batuk tanpa henti. Warung-warung kehilangan pelanggan. Debu masuk ke kelas santri, membuat mereka belajar sambil menutupi hidung.

Saat hujan, jalur tambang berubah jadi arena lumpur yang licin, motor terjatuh, pelajar terpeleset, dan warga terpaksa memutar rute jauh agar selamat.

“Lingkungan kami bukan hanya rusak, tapi mengancam hidup,” rintih seorang warga yang rumahnya hanya tiga meter dari jalur tambang.

Menurut Para Kyai, truk tambang melanggar Keputusan Gubernur Banten Nomor 567 Tahun 2025 tentang jam operasional angkutan tambang. Truk tanah tetap melintas dini hari, sore, hingga malam saat warga beristirahat, Pelanggaran ini berlangsung tanpa pengawasan berarti.

“Kami Memohon Presiden Prabowo mendengar jeritan warga kecil ini,” ujar KH. Ahmad Yunani perwakilan Tokoh

Pimpinan pesantren sekaligus tokoh masyarakat Maja itu menyampaikan seruan yang sangat kuat.

“Kami sudah menandatangani penolakan. Kami sudah melapor, sudah bersabar, sudah meminta dengan cara baik. Namun debu dan lumpur ini tidak berhenti. 

Anak-anak sakit, usaha rakyat merugi, hidup terasa tidak aman. Kami memohon Presiden Prabowo Subianto agar memerintahkan penertiban total dan menutup permanen aktivitas tambang tanah dan armada pengangkut tanah yang telah merusak ketenteraman rakyat kecil.” serunya @semua orang

(Red)
×
Berita Terbaru Update