neocakra.com || Sebagai Eggi Sudjana senior dalam pergerakan (sejak 1980 an) hingga bergelar SH, MSI. lalu Doktor kemudian Profesor dengan membuahi karya sebuah teori filsafat yang cakupan ilmunya adalah, sebuah sistem pemikiran mendalam yang menyelidiki hakikat realitas, pengetahuan, dan nilai menggunakan akal budi, meliputi tiga pilar utama: ontologi (terkait apa itu), epistemologi (hal bagaimana dapat mengetahuinya), dan aksiologi (apa gunanya).
Aliran utama teori Eggi Sudjana meliputi empirisme (pengalaman), rasionalisme (akal), idealisme, dan positivisme, yang digunakan untuk mengkaji kebenaran secara kritis dengan teori atau rangkaian berfikir dan berbuat bijaksana- bijaksini yang dia hantarkan secara sistematis melalui buku dan telah publis, teori Eggi itu bernama OTS JUBEDIL (Objektif, terstruktur sistimatis jujur benar dan adil) sebuah konsep yang sulit dibantah serta dipatahkan melainkan justru mesti diimplementasikan oleh seluruh mahluk manusia (hablum minannas) dalam praktik kehidupan nyata sehari-hari sebagai keterikatan manusia pada hukum nasional (positivusme) maupun pertanggungjawaban "kelak" kepada Sang Zat Maha Pencipta, *_(linear tak terpisahkan dalam konteks Hablum Minallah)_*
Tidak keliru teori filsuf Yunani Kuno, "pendahulunya" Aries Toteles manusia adalah mahluk sosial dan berpikir (zon politicon)
Aristoteles menerangkan maknanya, bahwa manusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat, berinteraksi satu sama lain, dan mengorganisasi diri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Konsep ini menegaskan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan manusia lain (makhluk sosial).
Maka bagaimana keharusan berinteraksi sosial tersebut Eggi menerjemahkannya melalui teori buah karyanya OST JUBEDIL.
Dari statemen statemennya pastinya Eggi hampir semua buah karya OST JUBEDIL nya bersandar atau mensitir ayat ayat suci al Quran. Sehingga ahli fisafat kekinian ditanah air Ricky Gerung pun akan sulit atau tiada celah untuk mematahkan teori Eggi yang berasaslegalitas melulu Firman Allah Subhanallahu wataala, Sang Zat Distinguished merujuk pada konsep teologis *_bahwa Allah adalah Zat yang berbeda mutlak dari makhluk-Nya (istimewa), tidak menyerupai apapun, dan merupakan zat yang Maha Sempurna._*
_Maka siapa mahluk yang bisa mematahkan Zat Maha distinct, Pemilik Konsep mentah, baku dan bahan jadi serta maha terbukti dan teruji dengan segala firmanNYA berdasarkan teori dan realitas berdasarkan prinsip knowledge_
Maka Eggi melihat gelagat dari buah yang berada pada posisi ditengah perlawanan terhadap perilaku kedzoliman yang perlawanan tersebut Ia sendiri ikut merancang cukup dengan aksi nyata bersama seorang rekan (DHL) sehingga menjadi konsep pedoman perjuangan TPUA (eks organisasi) yang sudah dibekukan, lewat nasehat Imam Besar yang Ia dan DHL hormati serta muliakan. Maka tentu saja dimana saat perlawanan, dan dimana butuh cooling down tidak terlepas dari petunjuk sosok yang Ia hormati.
Bukan lancang atau seperti orang fasik sesuai terminologi. Bukan juga orang yang menolak semua tokoh.
Eggi tetap berpegang pada ayat yang memerintahkan setiap individu atau kelompok manusia yang wajib taat kepada Allah, masyarakat yang mesti patuh kepada ulil amr, dan individu yang harus patuh kepada pemimpin di kelompoknya. Pastinya bukan bahkan anti primordial dan anti sosok kultus pribadi, sosok tengil yang merasa prima sebagai tokoh (tokoh karbitkan diri).
Maka ketika berdasarkan patuh kepada sang imam (pemimpin kelompok), lalu melihat jelas gelagat kurang baik disertai pola dengan gejala-gejala primordialism dan individualisme daripada para pendompleng, Eggi pun buru buru kembali kepada teori karyanya OST JUBEDIL yang bersandar kepada pola pijakan yang mazhab berpikirnya adalah ayat suci Al Quran tentang kepemimpinan bukan cocokologi (ilmu ngeles dicocok-cocokan)
Surah An Nisa 59. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. An-Nisa' 4. Ayat 59).
Dan Eggi tetap dalam kerangka berpikir terkait anjuran "Sang Imam terkait coling down" , Eggi segera (tangkas) memahaminya dan diamini oleh rekan juniornya DHL namun tidak dimengerti (picik) oleh sosok sosok ikut-ikutan serta sumbu pendek atau ? Oleh sebab lain", dengan metode khianat, gunakan dalil cocokologi, dengan argumentatif konsep hasrat pemisahan yang publis dengan statemen "Kami yang muda-muda", penerapan teori berdasarkan retorika keliru berat merujuk teori tentang kebutuhan sosok tokoh dalam politik praktis ? Yang lalu belakangan tegas menganggap diri Eggi dan DHL adalah pengkhianat karena lari dari perjuangan, bahkan pecundang. Selain patut dipertanyakan (big question), karena pernyataan jorok alias menjijikan tersebut bukan dari seorang sahabat, melainkan provokatoris, pengacau yang hobi mimikris '(hipokrit) model bocah karbitkan pemeran antagonis, suka playing victim yang berharap publik pro hasutan yang Ia lontarkan melalui media kaca.
Dalam konteks berpikir Eggi tentu selalu beripikir selaras dengan teori buah karyanya _OTS JUBEDIL_ sehingga tidak lari (konsisten) berpijak kepada:
Surah Al-Baqarah Ayat 286
Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Ini memberikan keringanan (ruksah) bagi kaum muslimin untuk tidak melawan jika tidak memiliki kekuatan yang cukup.
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya..." (QS. Al-Baqarah: 286).
Surah An-Nahl Ayat 126
Memberi opsi untuk membalas setimpal atau bersabar (mengalah), di mana sabar adalah yang terbaik (cooling down) yang kiblatnya ada ayat "Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar." (QS. An-Nahl: 126).
Strategis Eggi dalam kontek coolinh down adalah 'mengalah sementara' (bukan menyerah kalah secara permanen), hal bagian penting dari strategi sabar (keteguhan hati) dan tawakkal untuk menunggu pertolongan Allah, atau hingga kekuatan umat seimbang/lebih kuat (mengacu pada periode Mekah sebelum Hijrah).
Akhirnya saat pembekuan TPUA oleh Sang Imam, atau dipenghujung legenda TPUA Eggi survive, bahkan menang banyak, "menang banyak" yang tidak dipahami para pendompleng TPUA terlebih sosok sosok jiwa yang inheren dengan hasrat primordialisme yang anti zoon politicon dan para individualisme karbitan, "Eggi menang banyak" oleh kausalitas samina waatona atau istiqomah pastinya tetap juncto filosofi OTS JUBEDIL Jo. SP-3 dan Pembina KORLABI
DAMAI HARI LUBIS
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)
Penulis adalah "Pakar Ilmu Peran serta Masyarakat".