JAKARTA – neocakra.com ||| Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) menggelar acara Silaturahmi dan Halal Bihalal dalam rangka Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah dengan tema “Menapaki Jejak Baru Mengukir Berkah Dalam Harmoni”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (8/4/2026) di Hotel Bidakara.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Abdullah Fitriantoro, Budi Prasodjo, Ossy Dermawan, serta Teuku Riefky Harsya, bersama para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ossy Dermawan menekankan bahwa profesi penilai tidak hanya membutuhkan ketajaman analisis, tetapi juga integritas moral yang tinggi. Ia menilai momentum Halal Bihalal menjadi sarana memperluas perspektif sekaligus memperkuat ekosistem profesional yang sehat.
Menurutnya, standar, kode etik, serta akuntabilitas menjadi kunci utama dalam menjaga profesionalisme penilaian, khususnya di sektor pertanahan. Ia juga mendorong agar sinergi antar lembaga terus ditingkatkan demi menjaga integritas dalam menjalankan amanah.
Sementara itu, Teuku Riefky Harsya mengungkapkan bahwa kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan MAPPI telah menunjukkan hasil positif, termasuk pelantikan 64 IT Valuator. Ia menyebut peran penilai kekayaan intelektual sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Sejumlah capaian sektor ekonomi kreatif juga disampaikan, di antaranya realisasi investasi yang melampaui target hingga 134 persen, peningkatan ekspor sebesar 110 persen dari target, serta kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan PDB nasional.
Ketua Umum MAPPI, Budi Prasodjo, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus memperkuat kerja sama dengan kementerian dan lembaga negara. Ia berharap hasil kerja para penilai dapat menjadi landasan informasi yang akurat serta meminimalisir potensi sengketa hukum di masa depan.
Di sisi lain, Abdullah Fitriantoro menyoroti pentingnya penguatan internal, termasuk peningkatan standar mutu, sistem imbal jasa, serta pengembangan database properti nasional. Menurutnya, ketersediaan data yang terintegrasi akan meningkatkan kepercayaan diri penilai dalam menghasilkan penilaian yang objektif dan akurat.
Ia juga menekankan perlunya percepatan pembahasan undang-undang profesi penilai guna menjaga marwah dan profesionalisme, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, MAPPI berharap dapat terus mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mendorong profesionalisme dan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.