Bogor, || Pelayanan rumah sakit yang lamban sering dikeluhkan masyarakat, meliputi lambatnya penanganan UGD, maupun pendaftaran TB paru antrean administrasi panjang, lambatnya pelayanan BPJS, hingga kurang responsifnya tenaga medis. Hal ini sering memicu kemarahan keluarga pasien dan dianggap tidak profesional. Keluhan ini sering terjadi pada pelayanan rawat inap, kontrol dokter maupun UGD.hal ini di alami oleh Jhoni, pimpinan redaksi media detiksatu.com , pada (23/5/26)
Keterbatasan Tenaga Medis: Dokter seringkali praktik di lebih dari satu rumah sakit, menyebabkan penundaan tindakan medis yang kritis.
Kelalaian & Kurang Responsif:
Perawat atau petugas kurang tanggap dalam merespons kebutuhan pasien, seperti lambat mengganti infus atau penanganan gawat darurat.
Hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan pasien menurut salah satu pihak keluarga yang sangat kecewa.
Pengolahan data yang belum terintegrasi atau masih manual memperlambat alur pelayanan. Fasilitas RSUD kota Bogor Kurang Memadai: Kurangnya tempat tidur atau ambulans sering membuat pasien harus menunggu lama untuk dirujuk.
Dampak Pelayanan Lamban:
Kondisi Pasien bisa mengakibatkan Memburuk:
Keterlambatan penanganan medis, terutama pada kasus kritis, dapat berakibat fatal atau menyebabkan kematian.
Ketidakpuasan Keluarga Pasien:
Hal ini sering menimbulkan konflik antara pihak keluarga dan rumah sakit. Aduan keluarga pasien ke pihak media sering diterima dan menjadi catatan khusus bahwa selama bertahun-tahun pelayanan RSUD Kota Bogor tidak juga ada perbaikan.
Aduan yang diterima media dengan sulitnya mendapatkan kamar bukan kali ini saja. Tidak ada upaya untuk memperbaiki
Penggunaan sistem manajemen rumah sakit digital (software rumah sakit) dapat mempercepat proses administratif dan integrasi data, meningkatkan efisiensi, serta mengurangi kesalahan manusia.
Evaluasi internal oleh pihak rumah sakit juga diperlukan untuk memperbaiki kinerja perawat dan tenaga medis.
Salam hal ini pasien satu Jhoni Mereka hanya disuruh menunggu ruang pendaftaran , sementara pelayan hanya satu orang jadi pendaftaran kontrol macet total , dan hanya
Sa'at awak media menanyakan kepada Humas RSUD kota Bogor,Pasien Jhoni kasus ny TB paru
Dokter kokoh Yang sudah hadir namun di bagian pendaftaran, di persulit dan terlalu lama.
Bagai mana bisa mengatasi masalah pasien sebanyak ini, sampai harus nunggu terlalu lama bahkanberhari-hari.
Bahkan untuk pengurusan Administrasi saja harus muter-muter, di bikin rumit saja management RSUD kota Bogor dari dulu tak pernah ada perubahan.
Masyarakat keluhkan hal ini terkait pelayanan publik. Apalagi transparansi sistem pengelolaannya.
Apakah tidak ada pengganti dokter di bagian paru contohnya , apalagi dokter tersebut membuka praktik di rumah sakit lain juga, bagaimana keadaan pasien yang saat itu betul-betul membutuhkan pertolongannya.. ?
Lambatnya penanganan pihak Rumah sakit bisa mengakibatkan kematian seseorang, karena tidak adanya inisiatif lain untuk memperbaiki perubahan dalam pelayanan kepada masyarakat.
Kami Berharap pihak RSUD kota Bogor bisa bebenah untuk memperbaiki sistem pelayanan dan penanganan pelayanan yang baik kepada masyarakat kita Bogor khususnya.