JOGJA,NEOCAKRA.COM || Strategi Partai Ummat kembali ditegaskan melalui konsolidasi internal dan sikap politik tegas dalam merespons persoalan bangsa, terutama terkait pengelolaan sumber daya alam dan keadilan sosial di Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Dewan Syuro Partai Ummat, Amien Rais, dalam Munas Partai Ummat di Jogja, Minggu (3/5/2026) berlangsung hari ini sebagai bagian dari langkah memperkuat fondasi organisasi sekaligus mendorong peran aktif partai dalam perubahan nasional.
Dalam forum tersebut, Partai Ummat menetapkan tiga agenda prioritas, yakni penguatan konsolidasi organisasi, membangun kembali solidaritas antar kader, serta mempertegas arah visi perjuangan politik ke depan. Amien menilai, transformasi berkelanjutan menjadi kunci agar partai tidak terjebak dalam stagnasi yang merugikan.
"Pertama kami konsolidasi, kedua membangun semangat bersama. Ketiga, meneguhkan kita ke depan, bahwa masa depan bangsa ini harus lebih baik dari kemarin," katanya.
Ia menekankan bahwa Partai Ummat harus terus bergerak maju agar termasuk golongan yang beruntung, sekaligus menghindari kemunduran yang dapat melemahkan kekuatan politik maupun moral organisasi.
Dalam membaca dinamika politik nasional, Partai Ummat menegaskan bahwa penentuan kawan dan lawan tidak didasarkan pada identitas suku, agama, ras, maupun latar belakang partai politik.
"Lawan kita adalah orang-orang yang merusak negeri ini, yang menjadikan kekuasaan sebagai alat untuk menindas rakyatnya," tegasnya.
Amien juga menyoroti persoalan strategis pengelolaan sumber daya alam Indonesia yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan nasional. Ia menyebut aliran kekayaan alam ke luar negeri tanpa kontrol ketat sebagai salah satu pemicu kemiskinan sistemik di dalam negeri.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Partai Ummat menyatakan kesiapan membangun kolaborasi luas dengan berbagai elemen bangsa yang memiliki visi serupa. Upaya ini mencakup kerja sama dengan partai politik lain maupun tokoh nasional guna memperkuat kedaulatan sumber daya alam dan memperjuangkan keadilan sosial.
"Lawan kita adalah mereka yang mengalirkan sumber daya alam ke luar negeri, sehingga kita jadi negara miskin. Ini akan kita hentikan dengan anak bangsa lainnya dengan parta-part lain yang tentu semangatnya sama," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, menyoroti tiga sektor prioritas yang perlu dibenahi, yakni ekonomi, politik, dan hukum, sebagai fondasi Indonesia baru yang lebih berkeadilan. Pada sektor ekonomi, reformasi difokuskan pada redistribusi kesejahteraan agar tidak lagi terpusat pada kelompok tertentu, melainkan merata ke seluruh lapisan masyarakat.
“Tidak boleh ada monopoli. Sumber daya alam yang merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa, harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan sindikat,” katanya.
Di bidang politik, reformasi diarahkan pada penguatan demokrasi substantif, termasuk jaminan kebebasan berpendapat, kebebasan pers, serta perlindungan masyarakat dari rasa takut dalam menyampaikan aspirasi.
“Reformasi politik juga harus memastikan menteri-menteri dipilih atas dasar keahlian dan juga kejujuran, bukan karena kedekatan atau balas budi,” ucap Ridho.
Adapun di sektor hukum, reformasi menjadi instrumen utama untuk memastikan keadilan ditegakkan tanpa diskriminasi, dengan prinsip kesetaraan di hadapan hukum bagi seluruh warga negara. “Tidak peduli pekerjaannya, jabatannya, keluarganya, backingan-nya, semuanya tunduk pada hukum yang sama,” imbuhnya.
Di ranah internal, Partai Ummat juga telah menyiapkan strategi menuju Pemilu 2029 sebagai bagian dari implementasi Reformasi Total, salah satunya melalui penguatan integritas individu dan kelembagaan yang berlandaskan nilai Islam rahmatan lil alamin.(Red)