Notification

×

Iklan

Iklan

Dokter Frengky Jelaskan Fenomena Anak Indigo: Benarkah Bisa Melihat Hantu dan Meramal Masa Depan

Rabu, 09 September 2026 | Rabu, September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T12:04:41Z
Jakarta, neocakra.com || Fenomena anak yang disebut “indigo” kerap menjadi perbincangan di masyarakat. Mereka terkadang dipercaya memiliki kemampuan khusus, mulai dari melihat sosok yang tidak dilihat orang lain, berkomunikasi dengan makhluk gaib hingga meramal kejadian yang akan datang.

Di sisi lain, tidak sedikit pula orang yang mengaku mampu meramal masa depan. Namun, dalam praktiknya, kemampuan tersebut tidak selalu berarti seseorang benar-benar mengetahui sesuatu yang belum terjadi. Bisa saja informasi yang disampaikan merupakan hasil membaca situasi, mengamati perilaku, mengumpulkan informasi, hingga membuat perkiraan berdasarkan pola tertentu.

Dari perspektif medis dan kejiwaan, fenomena tersebut perlu dilihat secara hati-hati dan tidak serta-merta dikategorikan sebagai kemampuan supranatural maupun gangguan kejiwaan.

Menurut dr. Frengky, pengalaman seseorang yang merasa melihat atau mendengar sesuatu yang tidak dialami orang lain dapat memiliki berbagai kemungkinan. Karena itu, diperlukan pemahaman mengenai kondisi psikologis, lingkungan, pengalaman pribadi, hingga kondisi kesehatan seseorang sebelum menarik kesimpulan.

“Dalam ilmu kedokteran dan kejiwaan, kita tidak bisa langsung mengatakan seseorang memiliki gangguan hanya karena dia mengaku melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain. Kita perlu melihat konteks, frekuensi, dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari, serta apakah ada faktor lain yang memengaruhinya,” jelas dr. Frengky.

Menurutnya, pengalaman melihat atau mendengar sesuatu dapat terjadi dalam berbagai kondisi. Pada sebagian orang, pengalaman tersebut dapat berkaitan dengan proses psikologis tertentu, kurang tidur, tekanan emosional, sugesti, penggunaan zat tertentu, maupun kondisi medis yang perlu dievaluasi.

Karena itu, istilah “indigo” sebaiknya tidak digunakan sebagai diagnosis medis.

“Indigo bukan merupakan diagnosis medis atau diagnosis kejiwaan. Jadi, seseorang yang disebut indigo tidak otomatis berarti mengalami gangguan jiwa, demikian juga sebaliknya,” katanya.

Meramal atau Membaca Pola?

Fenomena lain yang juga menarik perhatian adalah orang yang mengaku memiliki kemampuan meramal. Menurut dr. Frengky, sebagian prediksi yang terlihat sangat tepat dapat terjadi karena seseorang memiliki kemampuan mengamati dan membaca pola perilaku manusia.

Seseorang bisa memperoleh informasi dari cara berbicara, ekspresi wajah, kondisi sosial, pekerjaan, hubungan keluarga, hingga informasi yang sebelumnya sudah tersedia di media sosial.

Dari berbagai informasi tersebut, seseorang kemudian membuat perkiraan mengenai apa yang kemungkinan terjadi.

“Manusia pada dasarnya sangat pandai membaca pola. Kalau seseorang memiliki banyak informasi mengenai orang yang dihadapinya, kemudian dia membuat prediksi berdasarkan pola tersebut, hasilnya bisa terlihat seperti ramalan,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat pula fenomena ketika seseorang lebih mengingat prediksi yang kebetulan terbukti benar dibandingkan prediksi yang salah. Kondisi tersebut dapat membuat kemampuan seseorang terlihat jauh lebih akurat daripada kenyataannya.

Ketika Klaim Ramalan Menjadi Masalah

Menurut dr. Frengky, yang perlu menjadi perhatian bukan semata-mata apakah seseorang percaya pada kemampuan supranatural, tetapi dampak keyakinan tersebut terhadap kehidupan orang yang bersangkutan.

Jika seseorang tetap dapat menjalani aktivitas, mengambil keputusan secara rasional, serta tidak mengalami gangguan fungsi sosial, maka klaim atau pengalaman tersebut tidak bisa langsung diberi label sebagai gangguan kejiwaan.

Sebaliknya, apabila seseorang mengalami pengalaman melihat atau mendengar sesuatu secara terus-menerus hingga menimbulkan ketakutan berat, mengganggu tidur, pekerjaan, hubungan sosial, atau membuatnya mengambil keputusan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian profesional.

“Yang paling penting adalah dampaknya terhadap fungsi kehidupan seseorang. Kalau sudah mengganggu aktivitas sehari-hari atau menimbulkan penderitaan yang signifikan, sebaiknya dilakukan evaluasi oleh tenaga profesional,” tegas dr. Frengky.

Jangan Mudah Percaya Klaim Kemampuan Khusus

Masyarakat juga disarankan tetap kritis terhadap orang yang mengklaim memiliki kemampuan meramal secara pasti, terlebih apabila klaim tersebut digunakan untuk meminta uang dalam jumlah besar atau memengaruhi keputusan penting seseorang.

Kemampuan membaca karakter, memahami bahasa tubuh, mengumpulkan informasi dan melakukan prediksi berdasarkan pengalaman memang dapat membuat seseorang terlihat sangat meyakinkan. Namun, hal tersebut berbeda dengan bukti ilmiah bahwa seseorang benar-benar dapat mengetahui masa depan atau melihat makhluk gaib.

Pada akhirnya, fenomena anak indigo, pengalaman melihat hantu maupun klaim kemampuan meramal perlu ditempatkan secara proporsional. Pengalaman seseorang dapat dihargai sebagai pengalaman pribadi, tetapi kesimpulan medis tetap membutuhkan evaluasi berdasarkan kondisi individu dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Perspektif medis, menurut dr. Frengky, bukan untuk menghakimi ataupun langsung membenarkan sebuah klaim, melainkan memahami apa yang sebenarnya terjadi pada seseorang dan memastikan kondisi tersebut tidak berdampak buruk terhadap kesehatan maupun kehidupannya.
(Nina)
×
Berita Terbaru Update