Jakarta,neocakra.com _Kami hidup di terowongan, siang dan malam kami di sana, jarang sekali melihat matahari dan dunia luar. Seperti yang telah kukatakan sebelumnya: terowongan bukan hotel, bahkan bukan rumah. Terowongan itu seperti kuburan, tetapi demi agama, tugas, dan ridha Allah, segala sesuatu menjadi ringan di jalan-Nya. Surga tidak dapat diraih dengan kenikmatan duniawi, melainkan harus dengan meninggalkan kenyamanan dan menaiki puncak kelelahan untuk mencapai tujuan mulia.
Salah seorang Akh di terowongan terluka saat menggali dan memperbaiki terowongan. Aku pergi menjenguknya di tengah malam untuk memastikan keadaannya. Aku mengunjunginya dan menghiburnya. Ketika aku kembali melalui lorong terowongan menuju medan pertempuran, aku melihat salah seorang komandan mujahidin sedang melaksanakan shalat malam di lorong tersebut.
Aku pun shalat bersamanya. Ia membaca Al-Fatihah dengan suara penuh kekhusyukan, lalu melantunkan beberapa ayat Al-Qur’an. Kemudian ia berdoa, dan aku mengaminkan doanya. Pria ini adalah salah satu orang yang paling tegas dan keras, tetapi dalam momen tahajud, ia berada dalam keadaan penuh ketundukan dan kerendahan di hadapan Allah.
Aku mendengar doanya dan menghafalnya. Ia berkata:
يا ربِّ من أجل الأحجار والأطيار والأشجار، يا رب من أجل الحفاظ والقُرَّاء والعلماء، يا ربَّ من أجل المحاريب والمآذن والمساجد، يا رب من لهذه الترسانة إلا أنت يا رب لا تخيب رجاءنا، يا رب أمرتنا بالإعداد فأعددنا، وأمرتنا بالثبات فثبتنا، يا رب سدد رمينا واحفظ من تبقى من رجالنا يا رب حملتني كثيراً فخفف عني
“Yaa Rabbi, demi batu-batu, burung-burung, dan pohon-pohon. Yaa Rabbi, demi para huffazh para qurra, dan para ulama. Ya Rabbi, demi mihrab-mihrab, menara-menara, dan masjid-masjid. Yaa Rabbi, siapa lagi yang dapat menolong pasukan ini selain Engkau? Yaa Rabbi, jangan Engkau sia-siakan harapan kami. Ya Rabbi, Engkau memerintahkan kami untuk i'dad kami kamipun melakukan i'dad. Engkau perintahkan kami untuk teguh, dan kamipu teguh. Yaa Rabbi, luruskan bidikan kami dan lindungi para pejuang kami yang tersisa. Yaa Rabbi, Engkau telah berikan beban yang begitu berat untukku, maka ringankanlah.”
Kata-kata ini terus terngiang di pikiranku, demi Allah!
Orang-orang yang melaksanakan tahajud dan merendahkan diri di hadapan Allah adalah mereka yang dibukakan pintu keberkahan oleh Allah. Merekalah dan merekan akan meraih derajat mulia yang terpuji.
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. [QS. Al-Isra: 79]