Jakarta,neocakra.com _Anies Baswedan menegaskan bahwa kejujuran saja tidak cukup untuk menjadikan seseorang sebagai pemimpin yang baik.
Menurutnya, *seorang pemimpin sejati harus memiliki integritas, yakni keselarasan antara ucapan, tindakan, nilai kebenaran, dan kepentingan publik.*
*Pernyataan itu disampaikan Anies dalam dialog bersama ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.*
Dalam kesempatan itu, *Anies menjelaskan bahwa kejujuran memang penting, tetapi belum cukup menggambarkan sosok pemimpin ideal.*
*“Jujur tidak cukup, harus pakai hati. Kalau boleh saya usul, gunakan istilah jujur dan pakai hati. Tapi ada satu kata yang lebih penting: integritas,”* ujar Anies.
Ia menekankan bahwa *seseorang baru bisa disebut memiliki integritas jika tindakannya sejalan dengan nilai kebenaran dan berpihak pada kepentingan publik.*
*“Apakah integritas sama dengan jujur? Dalam integritas ada jujur. Namun disebut integritas jika yang dikerjakan sesuai dengan nilai kebenaran dan kepentingan publik. Baru kejujuran itu disebut integritas,” jelasnya.*
Bagi Anies, *integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah maupun pemimpin bangsa.*
Menurut Anies, *tanpa kejujuran kehilangan maknanya karena tidak disertai dengan tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.*
*“Negeri ini dibangun oleh orang-orang yang berintegritas. Karena itu kenapa orang percaya. Jadi saya usul menggunakan istilah integritas*, karena di situlah kejujuran ditambah kepentingan publik dan nilai,” tutur Anies disambut tepuk tangan mahasiswa.
Ia menegaskan, *Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin yang bukan hanya jujur dalam ucapan, tetapi juga konsisten dalam tindakan dan berpihak pada masyarakat luas.*