Notification

×

Iklan

Iklan

Perhimpunan Advokat Indonesia Gelar Halalbihalal, Tegaskan Toleransi dan Kebersamaan Antar Anggota

Selasa, 07 April 2026 | Selasa, April 07, 2026 WIB Last Updated 2026-04-08T01:06:22Z
Jakarta — neocakra.com |||  Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menggelar acara halalbihalal dengan tema “Jalin Kekeluargaan dan Kesatuan Hati Peradi dalam Semangat Hari Kemenangan”. Kegiatan ini berlangsung di Novotel Nusantara Tower, Selasa (7/4).
Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, jajaran pengurus DPN Peradi, Direktorat Jenderal Imigrasi, perwakilan Kepolisian dan Kejaksaan, serta perwakilan dari 50 cabang Peradi di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Peradi, Otto Hasibuan, menegaskan bahwa nilai toleransi di lingkungan organisasi sangat kuat dan nyata dalam kehidupan sehari-hari para anggotanya. Ia menyebut, dalam setiap kegiatan keagamaan, advokat dari latar belakang berbeda tetap aktif berpartisipasi.
“Ketika Peradi menyelenggarakan acara keagamaan satu agama, advokat di luar agama tersebut ikut berpartisipasi membantu, bahkan bersedia menjadi ketua panitia penyelenggaranya,” ujar Otto.
Ia menambahkan, tradisi tersebut telah berlangsung sejak awal berdirinya Peradi dan terus dijaga secara konsisten. Bahkan, dalam kegiatan halalbihalal maupun perayaan keagamaan lain seperti Natal, kepanitiaan kerap melibatkan anggota lintas agama.
“Acara halal bihalal ini menjadi contoh nyata, ketua panitianya biasanya non-muslim, demikian juga ketika acara Natal ada panitia yang muslim. Hal ini bisa dijadikan contoh,” imbuhnya.
Otto juga mengapresiasi antusiasme dan keakraban para anggota yang hadir. Ia menilai, halalbihalal bukan sekadar tradisi, melainkan momentum penting untuk mempererat hubungan setelah adanya perbedaan pandangan di dalam organisasi.
“Halalbihalal ini bukan sekadar tradisi, tapi menjadi ruang penting untuk merajut kebersamaan, menyatukan kembali hati-hati yang sempat berbeda pandangan,” tuturnya.
Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun tidak boleh berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
“Kita bisa berseberangan dalam pendapat, tapi tetap harus saling menghormati. Bahkan lawan debat pun bisa jadi kawan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk saling memaafkan dan berlapang dada, karena hal tersebut akan menciptakan kehidupan yang lebih tenang dan harmonis.
Acara ini turut menjadi wadah diskusi informal mengenai perkembangan organisasi di berbagai daerah. Meski terdapat perbedaan pandangan, semangat kekeluargaan tetap dijaga demi tujuan besar Peradi, yakni mengabdi untuk keadilan dan bangsa.
Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus meriah, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan hiburan dari grup musik serta paduan suara Harmony Peradi yang terdiri dari advokat perempuan. Sebagai penutup, Otto Hasibuan bersama istri dan jajaran pengurus menyerahkan santunan serta bingkisan kepada anak-anak yatim.
Sementara itu, Humas Peradi, Riri Purbasari Dewi, berharap kegiatan ini dapat semakin memperkuat hubungan antar anggota agar tetap harmonis, solid, dan bersinergi dalam menjalankan profesi advokat.
×
Berita Terbaru Update