Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua Umum GAMIS Indonesia Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polres Metro Jakarta Timur, Kecam Teror terhadap Aktivis

Jumat, 26 Juni 2026 | Jumat, Juni 26, 2026 WIB Last Updated 2026-06-26T14:35:47Z
Jakarta, neocakra.com || Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6/2026) pukul 14.30 WIB.

Laporan tersebut dibuat sebagai bentuk upaya menempuh jalur hukum atas peristiwa yang menurut Fahri merupakan bagian dari rangkaian intimidasi yang ia alami setelah konsisten menyuarakan kritik melalui aksi-aksi demonstrasi dan penyampaian pendapat di muka umum.

Fahri mengutuk keras segala bentuk teror dan intimidasi terhadap aktivis maupun masyarakat yang menggunakan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan pendapat. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaku, termasuk apabila ditemukan adanya pihak yang menyuruh atau mengorganisasi tindakan tersebut.

"Saya mengutuk keras segala bentuk teror terhadap perjuangan kami. Bila memang ada pihak yang berada di balik aksi ini, termasuk jika penyelidikan mengarah pada dugaan keterlibatan orang-orang yang bertindak atas perintah pihak tertentu, maka semuanya harus diungkap secara transparan dan diproses sesuai hukum. Tidak boleh ada seorang pun yang kebal hukum," tegas Fahri Salim.
Menurut Fahri, teror dan intimidasi tidak akan menghentikan perjuangan GAMIS Indonesia dalam mengawal kepentingan publik.

"Kami tidak akan pernah gentar, apalagi mundur hanya karena aksi-aksi teror seperti ini. Semakin besar tekanan yang kami hadapi, semakin kuat komitmen kami untuk terus menyuarakan aspirasi rakyat secara damai, terbuka, dan sesuai konstitusi. Demokrasi tidak boleh dikalahkan oleh rasa takut."

Sebagai langkah lanjutan, Fahri menyampaikan bahwa GAMIS Indonesia akan mendatangi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta untuk meminta pendampingan hukum, pengawalan terhadap proses penyelidikan, serta berkonsultasi mengenai langkah-langkah hukum berikutnya.

"Kami akan meminta YLBHI Jakarta untuk mengawal proses hukum ini agar berjalan secara objektif, profesional, dan transparan. Kami juga akan berkonsultasi mengenai langkah-langkah hukum lain yang dapat ditempuh guna memastikan perlindungan terhadap hak-hak warga negara dalam menjalankan kebebasan berpendapat," ujar Fahri.

Diketahui, Fahri Salim bersama aktivis GAMIS Indonesia saat ini sedang gencar melakukan aksi-aksi unjuk rasa dan menyampaikan kritik terhadap berbagai dugaan persoalan yang mereka kaitkan dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. GAMIS Indonesia telah beberapa kali menggelar aksi di depan Istana Negara dengan membawa sejumlah tuntutan, termasuk meminta lembaga berwenang melakukan pemeriksaan dan pengusutan terhadap berbagai dugaan yang mereka angkat. Fahri menegaskan bahwa seluruh penyampaian aspirasi tersebut dilakukan melalui mekanisme konstitusional dan berdasarkan hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

GAMIS Indonesia berharap kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik dugaan perusakan tersebut sehingga tidak ada ruang bagi praktik intimidasi terhadap warga negara yang menggunakan hak konstitusionalnya.

"Negara harus hadir memberikan rasa aman kepada setiap warga negara. Jangan sampai demokrasi dibungkam dengan teror. Kami percaya aparat penegak hukum mampu mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu," tutup Fahri Salim.
×
Berita Terbaru Update