Notification

×

Iklan

Iklan

Sepintas Sekilas Hadits Sahih

Sabtu, 11 Oktober 2025 | Sabtu, Oktober 11, 2025 WIB Last Updated 2025-10-10T17:01:58Z
๐˜ผ๐™ฅ๐™– ๐™ž๐™ฉ๐™ช ๐™๐™–๐™™๐™ž๐™ฉ๐™จ ๐™Ž๐™๐™–๐™๐™ž๐™ ?

Hadits shahih adalah hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit (kuat hafalan dan pencatatannya) secara sempurna dari perawi yang sama sifatnya sampai kepada akhirnya, serta terbebas dari syudzudz (kejanggalan/penyelisihan) dan ‘illah (cacat tersembunyi).

Sehingga dalam kata lain bahwa hadits shahih adalah hadits yang memenuhi lima syarat yang disebutkan di atas, apabila kurang salah satunya, gugurlah keshahihan sebuah hadits.

๐˜ผ๐™ฅ๐™– ๐™ฅ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™š๐™ง๐™ฉ๐™ž๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™–๐™ฃ๐™–๐™™๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™—๐™š๐™ง๐™จ๐™–๐™ข๐™—๐™ช๐™ฃ๐™œ?

 Maksud Bersambung sanadnya (ุงู„ุงุชุตุงู„) adalah bahwa setiap perawi dalam rantai sanad benar-benar mendengar hadits itu dari gurunya hingga sampai kepada orang yang pertama kali mengucapkannya.

๐˜ผ๐™ฅ๐™– ๐™ฅ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™š๐™ง๐™ฉ๐™ž๐™–๐™ฃ ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™–๐™ฌ๐™ž ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™–๐™™๐™ž๐™ก?

Maksud dari keadilan perawi (ุงู„ุนุฏุงู„ุฉ ููŠ ุงู„ุฑูˆุงุฉ) adalah para periwayatnya memiliki sifat yang membuat seseorang terdorong untuk bertakwa, menjauhkannya dari perbuatan dosa dan dusta, serta perkara-perkara yang merusak kehormatan diri (muru’ah).

๐˜ผ๐™ฅ๐™– ๐™ฅ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™š๐™ง๐™ฉ๐™ž๐™–๐™ฃ ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™–๐™ฌ๐™ž ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™™๐™๐™–๐™—๐™ž๐™ฉ?

Dhabit artinya terjaga. dan ini terbagi menjadi dua macam:

Pertama Dhabit Sadr (hafalan): Seorang perawi mendengar hadits dari gurunya, lalu menghafalnya dalam dada dan bisa menghadirkannya kapan saja ia mau.

Dhabth Kitab (catatan): Seorang perawi mendengar hadits dari gurunya, lalu menuliskannya dalam kitab/catatan miliknya dan menjaganya dari perubahan atau kesalahan.

๐˜ผ๐™ฅ๐™– ๐™ฅ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™š๐™ง๐™ฉ๐™ž๐™–๐™ฃ ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™—๐™š๐™—๐™–๐™จ ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™Ž๐™ฎ๐™ช๐™™๐™ฏ๐™ช๐™™๐™ฏ?

Maksud dari terbebas dari syudzudz (ุงู„ุฎู„ูˆ ู…ู† ุงู„ุดุฐูˆุฐ) adalah bahwa hadits tersebut tidak bertentangan dengan riwayat yang lebih kuat dari perawi yang lebih terpercaya.

๐˜ผ๐™ฅ๐™– ๐™ฅ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™š๐™ง๐™ฉ๐™ž๐™–๐™ฃ ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™—๐™š๐™—๐™–๐™จ ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™„๐™ก๐™ก๐™–๐™?

Pengertian Terbebas dari ‘illah (ุงู„ุฎู„ูˆ ู…ู† ุงู„ุนู„ุฉ) adalah bahwa tidak ada sebab tersembunyi yang mencacati keaslian hadits tersebut meskipun secara sepintas tampak selamat darinya.

๐˜ฝ๐™–๐™œ๐™–๐™ž๐™ข๐™–๐™ฃ๐™– ๐™ ๐™š๐™™๐™ช๐™™๐™ช๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ƒ๐™–๐™™๐™ž๐™ฉ๐™จ ๐™Ž๐™๐™–๐™๐™ž๐™?

Para ulama ahli hadits, juga para ahli fiqih dan ahli ilmu ushul telah bersepakat bahwa hadits shahih adalah hujjah yang menjadi salah satu landasan utama pengamalan agama. Hal ini berlaku baik hadits tersebut diriwayatkan hanya oleh seorang perawi saja tanpa ada yang meriwayatkannya selain dia yang diistilahkan dengan nama hadits gharib, maupun diriwayatkan bersama dengan perawi lain yang disebut hadits Ahad ataupun dengan riwayat tiga orang atau lebih yang disebut dengan hadits masyhur.

๐™ƒ๐™–๐™™๐™ž๐™จ๐™ฉ ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฉ๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™ข๐™š๐™ข๐™š๐™ฃ๐™ช๐™๐™ž 5 ๐™จ๐™ฎ๐™–๐™ง๐™–๐™ฉ ๐™™๐™ž ๐™–๐™ฉ๐™–๐™จ ๐™™๐™ž๐™จ๐™š๐™—๐™ช๐™ฉ ๐™–๐™ฅ๐™–?

Hadits yang tidak memenuhi 5 syarat di atas menjadi hadits hasan (baik), dhaif (lemah) atau maudhu’ (palsu) tergantung syarat mana yang tidak dipenuhi.

Jika yang tidak terpenuhi hanya syarat ke tiga, yakni sifat Dzabit maka dia hanya jatuh menjadi hadits hasan, namun jika yang tidak terpenuhi adalah satu syarat atau beberapa syarat selain yang ketiga, maka ia menjadi hadits dha’if bahkan bisa tertuduh menjadi hadits palsu (maudhu’) 

๐˜ผ๐™ฅ๐™–๐™ ๐™–๐™ ๐™๐™–๐™™๐™ž๐™ฉ๐™จ ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ ๐™ช๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™จ๐™ฎ๐™–๐™ง๐™–๐™ฉ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ข๐™ช๐™ฉ๐™ก๐™–๐™  ๐™ฉ๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™—๐™ž๐™จ๐™– ๐™ฃ๐™–๐™ž๐™  ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™Ÿ๐™–๐™™๐™ž ๐™จ๐™๐™–๐™๐™ž๐™?

Bisa, dalam istilah ilmu hadits ada hadits shahih yang disebut dengan shahih li ghairihi. Yaitu hadits hadits hasan yang diriwayatkan melalui beberapa jalur lain yang sepadan dengannya atau lebih kuat darinya, baik dengan lafaz yang sama maupun makna yang serupa. Hadits-hadits ini riwayatnya dipandang saling menguatkan sehingga mengangkat derajatnya dari hasan menjadi hadits shahih.

Hadits jenis ini disebut shahih lighairihi karena kesahihannya bukan berasal dari kekuatan sanadnya sendiri, melainkan dari adanya riwayat lain yang mendukungnya.

๐˜ผ๐™ฅ๐™–๐™ ๐™–๐™ ๐™๐™–๐™™๐™ž๐™ฉ๐™จ ๐™จ๐™๐™–๐™๐™ž๐™ ๐™–๐™™๐™– ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™–๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™–?

Ya, hadits dengan derajat shahih dilihat dari pihak yang menetapkan keshahihannya terdiri dari tujuh tingkat, dimulai dari Tingkat yang tertinggi adalah sebagai berikut :

Pertama, shahih yang disepakati oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim.

Kedua, yang khusus dishahihkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahihnya.

Ketiga, yang khusus dishahihkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih nya.

Keempat, hadits yang memenuhi kualifikasi shahih menurut Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Kelima, hadits yang hanya memenuhi kualifikasi hadis shahih menurut Imam Bukhari.

Keenam, hadits yang hanya memenuhi kualifikasi hadis shahih menurut Imam Muslim.

Ketujuh, hadits-hadits shahih yang dishahihkan oleh para ahli hadis lainnya selain Imam Bukhari dan juga Muslim.
×
Berita Terbaru Update